Ulama yang Dahulunya adalah Pelajar dan Ilmuan Ilmu Umum
Salah satu yang bisa membangkitkan semangat adalah membaca ksiah - kisah yang bisa memotivasi dan menjadi teladan yang baik bagi kita. Terlebih kisah tersebut adalah kisah nyata dan memang terjadi di dunia ini. Oleh karena itu, sepertiga isi Al-Qur'an adalah kisah - kisah yang menjadi pelajaran bagi kita semua.
Perlu kita catat dengan tinta emas, di zaman keemasan Islam, cukup banyak para ilmuwan yang sekaligus menjadi ulama, semisal Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah yang merupakan ulama sekaligus dokter terkenal di zamannya. Demikian juga di zaman kita saat ini ada beberapa ulama yang dahulunya adalah pelajar atau ilmuwan ilmu umum, semisal Syaikh Muhammad Sa'id Ahmad Ruslan yang merupakan dokter ilmu bedah dari Universitas Al-Azhar. Beliau mengambil kuliah Bahasa Arab di jurusan Pendidikan Islam. Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini al-Atsari al-Mishri yang dikenal ulama pakar hadits saat ini. Dulunya, beliau belajar S1 ilmu Bahasa Spanyol. Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid ulama dari Arab Saudi. Dulunya adalah Bachelor Manajemen Industri. Syaikh Musthafa Al'Adawi, seorang ulama dari Mesir yang dulunya kuliah di Teknik Mesin.
Apabila kita melihat para ulama tersebut, mereka sempat belajar agama ketika kuliah di ilmu umum. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa belajar ilmu umum tidak pernah sama sekali menjadi hambatan untuk belajar ilmu agama.
Sumber : Manajemen Waktu Belajar Agama bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Pekerja hlm. 6-7, karya dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK
Perlu kita catat dengan tinta emas, di zaman keemasan Islam, cukup banyak para ilmuwan yang sekaligus menjadi ulama, semisal Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah yang merupakan ulama sekaligus dokter terkenal di zamannya. Demikian juga di zaman kita saat ini ada beberapa ulama yang dahulunya adalah pelajar atau ilmuwan ilmu umum, semisal Syaikh Muhammad Sa'id Ahmad Ruslan yang merupakan dokter ilmu bedah dari Universitas Al-Azhar. Beliau mengambil kuliah Bahasa Arab di jurusan Pendidikan Islam. Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini al-Atsari al-Mishri yang dikenal ulama pakar hadits saat ini. Dulunya, beliau belajar S1 ilmu Bahasa Spanyol. Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid ulama dari Arab Saudi. Dulunya adalah Bachelor Manajemen Industri. Syaikh Musthafa Al'Adawi, seorang ulama dari Mesir yang dulunya kuliah di Teknik Mesin.
Apabila kita melihat para ulama tersebut, mereka sempat belajar agama ketika kuliah di ilmu umum. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa belajar ilmu umum tidak pernah sama sekali menjadi hambatan untuk belajar ilmu agama.
Sumber : Manajemen Waktu Belajar Agama bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Pekerja hlm. 6-7, karya dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK
Komentar